Dalam naskah-naskah
klasik Babilonia dan Mesir dan di dalam buku karya Homer, iliad. Sebuah esai
yang di tulis sekitar 3000 SM memberikan saran tentang bagaimana berbicara
secara efektif, sedangkan the precepts,
di susun sekitar 2675 SM di Mesir menyediakan panduan mengenai komunikasi yang
efektif
Awal pengembangan teori
komunikasi secara sistematis dapat ditelusuri ke Yunani Kuno. Minat awal mereka
muncul dari keprihatinan praktis kehidupan sehari-hari. Negara Yunani pada masa
itu memiliki bentuk pemerintahan yang demokratis, dan hampir semua aspek
bisnis, pemerintahan, hukum, dan pendidikan dilakukan secara lisan.
Retorika dan Pidato
Teori komunikasi pertama dikembangkan oleh Corax dan kemudian
disempurnakan oleh muridnya, Tisias, di zaman Yunani Kuno. Teori ini berkenaan
dengan masalah berbicara di ruang pengadilan, yang kini bisa dikatakan sebagai
seni persuasi.
Para sofis adalah sekelompok guru keliling di Athena pada abad ke-5 SM.
Mereka mendirikan sekolah kecil dan mewajibkan para muridnya untuk mengikuti
bimbingan privat. Protagoras dari Abdara mengajarkan konsep-konsep yang dalam
zaman modern sekarang merupakan teknik debat. Dia mengajarkan bahwa pembicara
yang baik harus mampu membantah kedua sisi proposisi
Isocartes, sofis
lainnya yang terkenal dari Yunani Kuno, menulis pidato bagi orang lain untuk
dibacakan. Ia sangat berpengaruh pada masanya. Dia terkenal karena keyakinannya
bahwa seorang orator harus dilatih dalam pengetahuan budaya dan harus menjadi
orang yang baik.
Jurnalisme
Bidang lain yang
memberikan kontribusi signifikan terhadap warisan studi komunikasi adalah jurnalisme. Praktik jurnalisme dimulai
sekitar 3700 tahun yang lalu di Mesir, ketika catatan peristiwa pada waktu itu
ditulis pada makam raja Mesir. Bertahun-tahun kemudian, Julius Caesar membuat
berita resmi yang disiarkan hari itu juga di tempat umum, salinannya telah
dibuat dan dijual
Seperti pidato dan
retorika, jurnalisme merupakan komunikasi publik. Pertengahan tahun 1600-an
memperlihatkan munculnya surat kabar dalam bentuknya yang modern, dan untuk
pertama kalinya koran diterbitkan di Amerika Serikat bernama, public Occurennces Both Foreign and Domestik pada tahun 1690 di Boston.
Tahun
1900-1930-an : Pengembangan Pidato dan Jurnalisme
Pada awal abad ke-20, pidato
muncul sebagai suatu disiplin tersendiri. Pada tahun 1909, Asosiasi Pidato
Negara Bagian Timur Amerika---Asosiasi Komunikasi Negara Bagian Timur Amerika –
dibentuk, dan pada tahun 1910 mengadakan konferensi tahunan pertamanya. Asosiasi
Nasional untuk Guru Akademik Public Speaking. Yang kemudian menjadi Asosiasi
Pidato Amerika dan Asosiasi Komunikasi Pidato. Tahun 1935 tercatat ada 1700 anggota
asosiasi, dan pidato telah mapan sebagai sebuah bidang studi.
Pada tahun 1905
Universitas Wisconsin membuka kursus pertama jurnalisme dimana pada saat sama
buku-buku mengenai jurnalisme mulai tersedia. Pada tahun 1910 ada setengah
lusin volume sudah tersedia, dan diantara tahun 1910 dan 1920 sekitar 25 karya
ilmiah di bidang jurnalisme dan surat kabar telah dikompilasi, yang menandakan
terus bertumbuhnya bidang ini.
Hadirnya radio pada
tahun 1920 dan televisi di awal 1940-an mengakibatkan penggunaan konsep
jurnalisme lebih luas. Media baru ini memberikan dorongan terhadap pengembangan
suatu pandangan yang lebih luas tentang sifat jurnalisme.
Tahun
1940-an dan 1950-an: pertumbuhan Interdisipliner
Pada 1940-an dan awal
1950-an, ruang lingkup bidang komunikasi secara substansial bertambah luas.
Sejumlah ahli dari berbagai disiplin ilmu perilaku dan ilmu sosial mulai
mengembangkan teori-teori komunikasi yang melampaui batas-batas bidang mereka
sendiri, dalam antropologi dan dalam psikologi. Para peneliti sangat
berkepentingan dengan persuasi, termasuk bagaimana perkembangan media memberikan
kontribusi terhadap upaya-upaya persuasif.
Kajian retorika dan pidato
di akhir 1940-an dan 1950-an diperluas termasuk interpretasi oral, suara dan
diksi, debat, teater, fisiologi pidato, dan patologi pidato. Dalam kajian
jurnalisme dan media massa, pertumbuhan dan perkembangan bahkan lebih dramatis.
Dalam sejumlah karya klasik tahun 1950-an, perhatian diberikan kepada media
khusus surat kabar, majalah, radio, dan televisi, mulai diganti dengan
perhatian kepada yang lebih umum termasuk sifat dan efek media massa dan
komunikasi massa.
Pada akhir 1950-an
sejumlah tulisan yang muncul membuka jalan bagi pengembangan pandangan lebih
terintegrasi mengenai komunikasi. Hal ini berlangsung selama bertahun-tahun
setelah Masyarakat Nasional untuk Kajian Komunikasi (National Society for the Study of Communiation) sekarang Asosiasi
Komunikasi Internasional (International
Communiation Association) didirikan dengan tujuan untuk menyatukan kajian
komunikasi melalui upaya mengeksplorasi hubungan antara pidato, bahasa, dan
media.
Tahun
1960-an: Integrasi
Selama dekade 1960-an, komunikasi
menjadi perhatian dalam banyak disiplin. Sosiolog membahas dinamika kelompok,
hubungan sosial, dan asal-usul ilmu pengetahuan dalam kehidupan sosial. Ilmuan
politik menulis tentang peran komunikasi dalam pemerintahan, tata kelola
pemerintahan, opini publik, propaganda, dan pembangunan citra politik,
menyediakan dasar untuk pengembangan bidang komunikasi politik yang berkibar
satu dekade kemudian.
Dalam kajian
administratif, tulisan-tulisan tentang organisasi, manajemen, kepemimpinan, dan
jaringan informasi menjadi dasar pertumbuhan komunikasi organisasi sebagai
salah satu bidang studi yang juga muncul pada 1970-an. Karya di dunia
antropologi dan linguistik secara bersama-sama memberi ruang untuk munculnya
komunikasi antarbudaya sebagai sebuah bidang studi. Kemajuan yang dicapai oleh
ahli zoologi selama tahun 1960-an mendorong studi komunikasi hewan.
Tahun
1970-an dan Awal 1980-an: Pertumbuhan dan spesialisasi
Ekspansi dan
spesialisasi yang dimulai pada akhir tahun 1960 baru mencapai puncaknya di tahun
1970-an. Komunikasi interpersonal menjadi semakin populer sebagai bidang studi
tentang interaksi nonverbal.
Retorika, berbicara
didepan umum, debat, teater, patologi pidato, jurnalisme, media massa,
fotografi, periklanan, dan hubungan masyarakat terus tumbuh dan berkembang
bersama-sama dengan komunikasi, komunikasi pidato dan komunikasi massa.
Pada dekade 1970-an
terbit tujuh belas publikasi baru dengan menggunakan kata komunikasi dalam
judul mereka. Sejumlah jurnal akademik yang baru diperkenalkan dan beberapa
jurnal pidato dan Jurnalisme menambahkan kata komunikasi dalam judulnya sebagai
refleksi makin meluasnya kajian di bidang ini. Pada akhir dekade itu, Ulrich's International Prodical Dictionary, mencatat
137 publikasi bidang komunikasi.
Popularitas
komunikasi
Pada 1975 Harper Dictionary of Contemporary Usage, memuat komunikasi sebagai
“kata yang digemari... yang muncul secara tiba-tiba atau tidak bisa dijelaskan
dengan lengkap... dalam pidato para birokrat, komentar para kolumnis.... dan dalam
siaran radio dan televisi.” Keterkenalan ini menunjukkan relevansi dan
pentingnya komunikasi dan membawa setiap orang dari berbagai pandangan dan
latar belakang ke dalam bidang komunikasi. Akan tetapi, hal itu juga
mengakibatkan penggunaan komunikasi melebar kemana-mana dan mengakibatkan arti
komunikasi menjadi agak kurang pasti.
Disiplin,
Aktivitas, dan Profesi. Salah satu faktor yang
berkontribusi pada kerancuan arti komunikasi selama periode peningkatan
popularitas ini adalah penggunaan satu istilah untuk bidang studi, seperangkat
kegiatan, dan sebuah profesi.
Komunikasi
“dengan S” dan Komunikasi “tanpa S”.
Faktor lain yang menambah kebingungan
adalah penggunaan istilah komunikasi “dengan S” (communicatons) dan komunikasi “tanpa S” (Communiation). Secara tradisional, komunikasi ”dengan S” digunakan
untuk merujuk pada media, atau pada pesan tertentu yang dikirimkan melalui
media. Sedangkan komunikasi “tanpa S” secara historis digunakan untuk merujuk
pada aktivitas mengirim dan menerima pesan (melalui media atau tatap muka) dan pada
disiplin ilmu komunikasi secara keseluruhan.
Akhir 1980-an dan 1990-an: era Informasi
Era informasi adalah istilah yang
populer digunakan untuk merujuk pada periode yang dimulai pada akhir 1990-an,
dan dalam banyak hal masih terus berlanjut hingga saat ini.
Informasi
sebagai Komoditas
Di Amerika Serikat komunikasi dan
informasi menjadi pusat kegiatan dalam telekomunikasi, penerbitan, internet dan
industri komputer, serta di bidang perbankan, asuransi, rekreasi dan
perjalanan, dan penelitian. Penduduk di Amerika Serikat, Jepang, Swedia,
Inggris dan sejumlah negara lain sekurang-kurangnya setengah dari tenaga
kerjanya terikat dengan pekerjaan yang terkait dengan komunikasi dan informasi.
Konvergensi
Media
Media baru dan konvergensi media
merupakan ciri penting dari perkembangan ilmu komunikasi pada periode ini.
Televisi adalah media untuk melihat acara yang diproduksi dan didistribusikan
secara massal melalui gelombang udara. Telepon juga dirancang untuk percakapan
satu lawan satu, juga bisa digabungkan dengan komputer dan mesin faksimili
untuk mengirim teks dan gambar serta suara. Mesin ketik dahulu hanya digunakan
untuk mencetak surat dan menyiapkan laporan, kini dikombinasikan dengan telepon
dan layar televisi dalam bentuknya yang baru sebagai sistem telekomunikasi
bastar.
Abad ke-21: Studi Komunikasi Masa Kini
Yang
Kuno dan Baru Muncul
Dalam lima puluh tahun terakhir lingkup
kajian bidang ini telah bertambah luas, strukturnya telah berubah, dan setiap
aspeknya telah berkembang secara substansial. Sehubungan dengan hal ini,
komunikasi dapat dipandang sebagai sebuah bidang yang baru saja muncul,
disiplin ilmu terbaru yang bersangkutan dengan studi tentang perilaku manusia.
Disiplin
dan Hubungan Interdisiplin
Komunikasi pada periode sekarang adalah
sebuah disiplin tersendiri yang kuat. Pada saat batas antara Komunikasi dan
bidang lain menjadi tidak terlalu kaku, komunikasi berfungsi sebagai penghubung
intelektual yang penting di antara para ahli persuasi dan beragam sudut
pandang.
Manfaat
mengintegrasikan usaha kita dengan karya-karya para ahli dari berbagai disiplin
ilmu niscaya menjadi semakin jelas. Hubungan yang potensial di antara keduanya
terlihat dari sejumlah bidang, termasuk:
·
Psikologi kognitif dan ilmu syaraf
·
Studi budaya dan studi kritis
·
Ekonomi
·
Ilmu komputer dan teknik kelistrikan
·
Ilmu informasi
·
Jurnalisme
·
Susastra
·
Pemasaran
·
Filsafat
Penerapan
Pada Ranah Pribadi dan Ranah Profesional
Rak-rak perpustakaan dan toko buku penuh
dengan tulisan-tulisan yang menekankan pentingnya komunikasi untuk pengembangan
dan pemeliharaan hubungan interpersonal dan keluarga yang lebih bermakna.
Teknologi
Baru dan Teknologi Lama
Berbicara dan mendengarkan adalah hal
yang utama untuk komunikasi ataupun untuk perilaku manusia sejak zaman Yunani
Kuno hingga awal milenium baru. Dalam periode sekarang, kita lebih beruntung
karena ada penambahan jumlah teknologi komunikasi, baik yang bentuknya permanen
maupun yang mudah dibawa kemanapun kita pergi sebagai sarana bertukar pesan
secara tatap muka. Media-media yang sudah lama tersedia seperti koran, radio,
televisi dan majalah sudah berubah menjadi teknologi baru yang perkembangannya
dapat kita ikuti di pasaran setiap tahun.
Masalah
dan Solusi
Kita telah begitu terbiasa mendengar dan
membaca komentar mengenai tantangan yang kita hadapi dalam pertentangan sosial,
kependudukan, politik, gender, budaya, gaya hidup, agama, atau lingkungan
pekerjaan di mana peran sentral komunikasi dalam masalah-masalah tersebut
sering diabaikan. Paradoksnya, komunikasi bisa dipandang sebagai jurang sekaligus
jembatan. Ikhtiar yang signifikan mendalami fenomena di zaman kita ini adalah
sangat luar biasa, dan hal ini merupakan satu faktor yang berkontribusi
terhadap kekuatan dan pentingnya studi dan praktik komunikasi.
Keterampilan
Praktis dan Proses Dasar Kehidupan
Hal yang kontras lainnya dari studi
komunikasi masa kini adalah mengenai keluasannya. Dalam banyak pelajaran
komunikasi, tekanan utamanya adalah keterampilan dan lebih khusus lagi teknik
yang berhubungan dengan penciptaan dan penyebaran pesan, secara lisan ataupun
melalui tulisan, secara tatap muka ataupun secara teknologi melalui media.
Secara teoretis pendekatan komunikasi pendekatan dilihat sebagai sebuah proses
kehidupan yang sangat penting, yang menjadi dasar bagi perkembangan fisik, pribadi,
sosial, politik, dan eksistensi budaya kita.
Implikasi dan Aplikasi
·
Komunikasi
telah lama dianggap sebagai hal penting bagi praktik dan pemahaman urusan
manusia.
·
Dalam
beberapa dekade terakhir, studi komunikasi telah menjadi subjek akademis yang semakin
populer.
·
Studi
komunikasi menawarkan mahasiswa kekayaan dan keragaman tradisi pengetahuan
budaya, dicampur dengan penerapan dalam bidang Profesional.
·
Studi
komunikasi masa kini terus menjadi disiplin tersendiri yang sangat kuat, dan
juga menjadi dasar hubungan antara ahli dan praktisi dari banyak bidang lainnya
di mana yang komunikasi menjadi hal yang penting.
·
Paradoksnya,
komunikasi adalah dasar bagi banyak masalah manusia dan juga sebagai solusi
yang potensial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar