Rabu, 17 Oktober 2018

BIDANG ILMU KOMUNIKASI


 Studi Komunikasi di Masa Awal
Dalam naskah-naskah klasik Babilonia dan Mesir dan di dalam buku karya Homer, iliad. Sebuah esai yang di tulis sekitar 3000 SM memberikan saran tentang bagaimana berbicara secara efektif, sedangkan the precepts, di susun sekitar 2675 SM di Mesir menyediakan panduan mengenai komunikasi yang efektif
Awal pengembangan teori komunikasi secara sistematis dapat ditelusuri ke Yunani Kuno. Minat awal mereka muncul dari keprihatinan praktis kehidupan sehari-hari. Negara Yunani pada masa itu memiliki bentuk pemerintahan yang demokratis, dan hampir semua aspek bisnis, pemerintahan, hukum, dan pendidikan dilakukan secara lisan.

Retorika dan Pidato
Teori komunikasi pertama dikembangkan oleh Corax dan kemudian disempurnakan oleh muridnya, Tisias, di zaman Yunani Kuno. Teori ini berkenaan dengan masalah berbicara di ruang pengadilan, yang kini bisa dikatakan sebagai seni persuasi.
Para sofis adalah sekelompok guru keliling di Athena pada abad ke-5 SM. Mereka mendirikan sekolah kecil dan mewajibkan para muridnya untuk mengikuti bimbingan privat. Protagoras dari Abdara mengajarkan konsep-konsep yang dalam zaman modern sekarang merupakan teknik debat. Dia mengajarkan bahwa pembicara yang baik harus mampu membantah kedua sisi proposisi
Isocartes, sofis lainnya yang terkenal dari Yunani Kuno, menulis pidato bagi orang lain untuk dibacakan. Ia sangat berpengaruh pada masanya. Dia terkenal karena keyakinannya bahwa seorang orator harus dilatih dalam pengetahuan budaya dan harus menjadi orang yang baik.

Jurnalisme
Bidang lain yang memberikan kontribusi signifikan terhadap warisan studi komunikasi adalah jurnalisme. Praktik jurnalisme dimulai sekitar 3700 tahun yang lalu di Mesir, ketika catatan peristiwa pada waktu itu ditulis pada makam raja Mesir. Bertahun-tahun kemudian, Julius Caesar membuat berita resmi yang disiarkan hari itu juga di tempat umum, salinannya telah dibuat dan dijual
Seperti pidato dan retorika, jurnalisme merupakan komunikasi publik. Pertengahan tahun 1600-an memperlihatkan munculnya surat kabar dalam bentuknya yang modern, dan untuk pertama kalinya koran diterbitkan di Amerika Serikat bernama, public Occurennces Both Foreign and Domestik pada tahun 1690 di Boston.

Tahun 1900-1930-an : Pengembangan Pidato dan Jurnalisme
Pada awal abad ke-20, pidato muncul sebagai suatu disiplin tersendiri. Pada tahun 1909, Asosiasi Pidato Negara Bagian Timur Amerika---Asosiasi Komunikasi Negara Bagian Timur Amerika – dibentuk, dan pada tahun 1910 mengadakan konferensi tahunan pertamanya. Asosiasi Nasional untuk Guru Akademik Public Speaking. Yang kemudian menjadi Asosiasi Pidato Amerika dan Asosiasi Komunikasi Pidato. Tahun 1935 tercatat ada 1700 anggota asosiasi, dan pidato telah mapan sebagai sebuah bidang studi.
Pada tahun 1905 Universitas Wisconsin membuka kursus pertama jurnalisme dimana pada saat sama buku-buku mengenai jurnalisme mulai tersedia. Pada tahun 1910 ada setengah lusin volume sudah tersedia, dan diantara tahun 1910 dan 1920 sekitar 25 karya ilmiah di bidang jurnalisme dan surat kabar telah dikompilasi, yang menandakan terus bertumbuhnya bidang ini.
Hadirnya radio pada tahun 1920 dan televisi di awal 1940-an mengakibatkan penggunaan konsep jurnalisme lebih luas. Media baru ini memberikan dorongan terhadap pengembangan suatu pandangan yang lebih luas tentang sifat jurnalisme.


Tahun 1940-an dan 1950-an: pertumbuhan Interdisipliner
Pada 1940-an dan awal 1950-an, ruang lingkup bidang komunikasi secara substansial bertambah luas. Sejumlah ahli dari berbagai disiplin ilmu perilaku dan ilmu sosial mulai mengembangkan teori-teori komunikasi yang melampaui batas-batas bidang mereka sendiri, dalam antropologi dan dalam psikologi. Para peneliti sangat berkepentingan dengan persuasi, termasuk bagaimana perkembangan media memberikan kontribusi terhadap upaya-upaya persuasif.
Kajian retorika dan pidato di akhir 1940-an dan 1950-an diperluas termasuk interpretasi oral, suara dan diksi, debat, teater, fisiologi pidato, dan patologi pidato. Dalam kajian jurnalisme dan media massa, pertumbuhan dan perkembangan bahkan lebih dramatis. Dalam sejumlah karya klasik tahun 1950-an, perhatian diberikan kepada media khusus surat kabar, majalah, radio, dan televisi, mulai diganti dengan perhatian kepada yang lebih umum termasuk sifat dan efek media massa dan komunikasi massa.
Pada akhir 1950-an sejumlah tulisan yang muncul membuka jalan bagi pengembangan pandangan lebih terintegrasi mengenai komunikasi. Hal ini berlangsung selama bertahun-tahun setelah Masyarakat Nasional untuk Kajian Komunikasi (National Society for the Study of Communiation) sekarang Asosiasi Komunikasi Internasional (International Communiation Association) didirikan dengan tujuan untuk menyatukan kajian komunikasi melalui upaya mengeksplorasi hubungan antara pidato, bahasa, dan media.

Tahun 1960-an: Integrasi
Selama dekade 1960-an, komunikasi menjadi perhatian dalam banyak disiplin. Sosiolog membahas dinamika kelompok, hubungan sosial, dan asal-usul ilmu pengetahuan dalam kehidupan sosial. Ilmuan politik menulis tentang peran komunikasi dalam pemerintahan, tata kelola pemerintahan, opini publik, propaganda, dan pembangunan citra politik, menyediakan dasar untuk pengembangan bidang komunikasi politik yang berkibar satu dekade kemudian.
Dalam kajian administratif, tulisan-tulisan tentang organisasi, manajemen, kepemimpinan, dan jaringan informasi menjadi dasar pertumbuhan komunikasi organisasi sebagai salah satu bidang studi yang juga muncul pada 1970-an. Karya di dunia antropologi dan linguistik secara bersama-sama memberi ruang untuk munculnya komunikasi antarbudaya sebagai sebuah bidang studi. Kemajuan yang dicapai oleh ahli zoologi selama tahun 1960-an mendorong studi komunikasi hewan.

Tahun 1970-an dan Awal 1980-an: Pertumbuhan dan spesialisasi
Ekspansi dan spesialisasi yang dimulai pada akhir tahun 1960 baru mencapai puncaknya di tahun 1970-an. Komunikasi interpersonal menjadi semakin populer sebagai bidang studi tentang interaksi nonverbal.
Retorika, berbicara didepan umum, debat, teater, patologi pidato, jurnalisme, media massa, fotografi, periklanan, dan hubungan masyarakat terus tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan komunikasi, komunikasi pidato dan komunikasi massa.
Pada dekade 1970-an terbit tujuh belas publikasi baru dengan menggunakan kata komunikasi dalam judul mereka. Sejumlah jurnal akademik yang baru diperkenalkan dan beberapa jurnal pidato dan Jurnalisme menambahkan kata komunikasi dalam judulnya sebagai refleksi makin meluasnya kajian di bidang ini. Pada akhir dekade itu, Ulrich's International Prodical Dictionary, mencatat 137 publikasi bidang komunikasi.
Popularitas komunikasi
Pada 1975 Harper Dictionary of Contemporary Usage, memuat komunikasi sebagai “kata yang digemari... yang muncul secara tiba-tiba atau tidak bisa dijelaskan dengan lengkap... dalam pidato para birokrat, komentar para kolumnis.... dan dalam siaran radio dan televisi.” Keterkenalan ini menunjukkan relevansi dan pentingnya komunikasi dan membawa setiap orang dari berbagai pandangan dan latar belakang ke dalam bidang komunikasi. Akan tetapi, hal itu juga mengakibatkan penggunaan komunikasi melebar kemana-mana dan mengakibatkan arti komunikasi menjadi agak kurang pasti.
Disiplin, Aktivitas, dan Profesi. Salah satu faktor yang berkontribusi pada kerancuan arti komunikasi selama periode peningkatan popularitas ini adalah penggunaan satu istilah untuk bidang studi, seperangkat kegiatan, dan sebuah profesi.
Komunikasi “dengan S” dan Komunikasi “tanpa S”.
Faktor lain yang menambah kebingungan adalah penggunaan istilah komunikasi “dengan S” (communicatons) dan komunikasi “tanpa S” (Communiation). Secara tradisional, komunikasi ”dengan S” digunakan untuk merujuk pada media, atau pada pesan tertentu yang dikirimkan melalui media. Sedangkan komunikasi “tanpa S” secara historis digunakan untuk merujuk pada aktivitas mengirim dan menerima pesan (melalui media atau tatap muka) dan pada disiplin ilmu komunikasi secara keseluruhan.

Akhir 1980-an dan 1990-an: era Informasi
Era informasi adalah istilah yang populer digunakan untuk merujuk pada periode yang dimulai pada akhir 1990-an, dan dalam banyak hal masih terus berlanjut hingga saat ini.
Informasi sebagai Komoditas
Di Amerika Serikat komunikasi dan informasi menjadi pusat kegiatan dalam telekomunikasi, penerbitan, internet dan industri komputer, serta di bidang perbankan, asuransi, rekreasi dan perjalanan, dan penelitian. Penduduk di Amerika Serikat, Jepang, Swedia, Inggris dan sejumlah negara lain sekurang-kurangnya setengah dari tenaga kerjanya terikat dengan pekerjaan yang terkait dengan komunikasi dan informasi.

Konvergensi Media
Media baru dan konvergensi media merupakan ciri penting dari perkembangan ilmu komunikasi pada periode ini. Televisi adalah media untuk melihat acara yang diproduksi dan didistribusikan secara massal melalui gelombang udara. Telepon juga dirancang untuk percakapan satu lawan satu, juga bisa digabungkan dengan komputer dan mesin faksimili untuk mengirim teks dan gambar serta suara. Mesin ketik dahulu hanya digunakan untuk mencetak surat dan menyiapkan laporan, kini dikombinasikan dengan telepon dan layar televisi dalam bentuknya yang baru sebagai sistem telekomunikasi bastar.

Abad ke-21: Studi Komunikasi Masa Kini
Yang Kuno dan Baru Muncul
Dalam lima puluh tahun terakhir lingkup kajian bidang ini telah bertambah luas, strukturnya telah berubah, dan setiap aspeknya telah berkembang secara substansial. Sehubungan dengan hal ini, komunikasi dapat dipandang sebagai sebuah bidang yang baru saja muncul, disiplin ilmu terbaru yang bersangkutan dengan studi tentang perilaku manusia.

Disiplin dan Hubungan Interdisiplin
Komunikasi pada periode sekarang adalah sebuah disiplin tersendiri yang kuat. Pada saat batas antara Komunikasi dan bidang lain menjadi tidak terlalu kaku, komunikasi berfungsi sebagai penghubung intelektual yang penting di antara para ahli persuasi dan beragam sudut pandang.
Manfaat mengintegrasikan usaha kita dengan karya-karya para ahli dari berbagai disiplin ilmu niscaya menjadi semakin jelas. Hubungan yang potensial di antara keduanya terlihat dari sejumlah bidang, termasuk:
·        Psikologi kognitif dan ilmu syaraf
·        Studi budaya dan studi kritis
·        Ekonomi
·        Ilmu komputer dan teknik kelistrikan
·        Ilmu informasi
·        Jurnalisme
·        Susastra
·        Pemasaran
·        Filsafat

Penerapan Pada Ranah Pribadi dan Ranah Profesional
Rak-rak perpustakaan dan toko buku penuh dengan tulisan-tulisan yang menekankan pentingnya komunikasi untuk pengembangan dan pemeliharaan hubungan interpersonal dan keluarga yang lebih bermakna.

Teknologi Baru dan Teknologi Lama
Berbicara dan mendengarkan adalah hal yang utama untuk komunikasi ataupun untuk perilaku manusia sejak zaman Yunani Kuno hingga awal milenium baru. Dalam periode sekarang, kita lebih beruntung karena ada penambahan jumlah teknologi komunikasi, baik yang bentuknya permanen maupun yang mudah dibawa kemanapun kita pergi sebagai sarana bertukar pesan secara tatap muka. Media-media yang sudah lama tersedia seperti koran, radio, televisi dan majalah sudah berubah menjadi teknologi baru yang perkembangannya dapat kita ikuti di pasaran setiap tahun.

Masalah dan Solusi
Kita telah begitu terbiasa mendengar dan membaca komentar mengenai tantangan yang kita hadapi dalam pertentangan sosial, kependudukan, politik, gender, budaya, gaya hidup, agama, atau lingkungan pekerjaan di mana peran sentral komunikasi dalam masalah-masalah tersebut sering diabaikan. Paradoksnya, komunikasi bisa dipandang sebagai jurang sekaligus jembatan. Ikhtiar yang signifikan mendalami fenomena di zaman kita ini adalah sangat luar biasa, dan hal ini merupakan satu faktor yang berkontribusi terhadap kekuatan dan pentingnya studi dan praktik komunikasi.

Keterampilan Praktis dan Proses Dasar Kehidupan
Hal yang kontras lainnya dari studi komunikasi masa kini adalah mengenai keluasannya. Dalam banyak pelajaran komunikasi, tekanan utamanya adalah keterampilan dan lebih khusus lagi teknik yang berhubungan dengan penciptaan dan penyebaran pesan, secara lisan ataupun melalui tulisan, secara tatap muka ataupun secara teknologi melalui media. Secara teoretis pendekatan komunikasi pendekatan dilihat sebagai sebuah proses kehidupan yang sangat penting, yang menjadi dasar bagi perkembangan fisik, pribadi, sosial, politik, dan eksistensi budaya kita.

Implikasi dan Aplikasi
·        Komunikasi telah lama dianggap sebagai hal penting bagi praktik dan pemahaman urusan manusia.
·        Dalam beberapa dekade terakhir, studi komunikasi telah menjadi subjek akademis yang semakin populer.
·        Studi komunikasi menawarkan mahasiswa kekayaan dan keragaman tradisi pengetahuan budaya, dicampur dengan penerapan dalam bidang Profesional.
·        Studi komunikasi masa kini terus menjadi disiplin tersendiri yang sangat kuat, dan juga menjadi dasar hubungan antara ahli dan praktisi dari banyak bidang lainnya di mana yang komunikasi menjadi hal yang penting.
·        Paradoksnya, komunikasi adalah dasar bagi banyak masalah manusia dan juga sebagai solusi yang potensial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar