Yang terlihat dan yang tak terlihat dari
komunikasi manusia
Ketika seseorang tanpa latar
belakang ilmu komunikais mendengarka dua orang yang sedang bercakap-cakap,
melihat sekelompok orang yang sedang
member hormat kepada bendera, mengamati sebuah kelompok kecil mengambil
kkeputusan, atau memesan produk melalui
internet, proses komunikasi muncul lebih sederhana dan jelas maksudnya.
Pesan dikirim, peesan diterima, orang bersikap sesuai dengan pesan yang
diterima, itulah komunikasi.
Dalam contoh sederhana ini, sejumlah
elemen terlibat dalam proses komunikasi, dan masing-masing memberikan efek pada
hasil komunikasi. Pertama, Bill harus memutuskan menyampaikan
keinginannya mendapatkan garam. Kedua pesan harus dikirim. Pada titik ini, jane
harus”memutuskan” untuk memerintahkan pesan itu, harus menafsirkan dengan tepat
dan harus memilih untuk bertindak secara sesuai dengan yang di maksudkan Bill.
a. Aspek-aspek yang Terlihat dari Komunikasi
Ketika kita mengamati komunikasi
yang sedang berlangsung, tiga komponen
perintah dari proses dapat dengan mudah diamati : orang,simbol, dan media
1. Orang
Dalam konteks ini, ketika kita
merujuk kepada orang, kita
berfikir mengenai individu sebagai pengirim dan/ atau penerima pesan. Kita
memasukkan kedalam kategor ini juru bicara, seperti halnya individu-individu
yang berbicara kepada orang lain, kelompok, atau organisasi. Individu yang
terlbat dalam penulisan atau dalam bentuk
penciptaan dan pengiriman pesan juga termasuk di dalamnya. Kita juga
memasukkan individu-individu yang merupakan penerima pesan dalam situasi
komunikasi, baik sebagai pendengar, pembaca, atau pengama.
2. Simbol
Simbol adalha karaker, huruf, angka,
kata-kata, benda, orang, atatu tindakan
yang berfungsi mewakili sasuatu siimbol
itu sendiri. Sejumlah penulisan the merujuk simbol sebagai sifat sosial kita.
Para cendekiawan lainnya telah menyebutkan bahwa kapasitas kita untuk
berorganisasi mungki merupakan karaktristik pembeda. Seperti kita kketahui,
bagaimanapun, produksi pengiriman, dan penerima pesan penting dalam kehidupan
sosial bago banyak spesies, dan mereka semua berkomunikasi dalam berbagai
bentuk untuk beradabtasi dan untuk kkelangsungan hiduonya. Sebagai manusia,
kkita memiliki kemampuan berkommunikasi yang unik, bagaimanapun kita dapat membuat
dan menggunakan simbol an bahasa simbolis, dan inilah suatu keahlian dan dampak
dari itu yang membuat sifat menonjol sebagai makhluk manusia.
Simbol-simbol mewakili benda atau
ide tentang sebuah benda. Kata-kata simmbol karena mereka mewakili benda, ide,
hubungan, orang, tempat dan perasaan untuk penamaan, hanya sedikit konsep atau
objek yang dirujuk oleh kata-kata.
3. Teknologi
Bagi kebanyakan hewan, sinyal
penglihatan, pendengaran, penciuma, perasaan
dan sentuhhan bersifat sementara. Suara, sentuhan, sensasi atau bau
secara efektif dapat membuat hewan berhubungan dengan sesamanya dan dengan
ilngkungannya. Masing-masing sinyal tidak bertahan lama, dan setelah pesan itu tersampaikan tidak meninggalkan
jejak. Dalam banyak kasus, hewan juga harus berada dalam jarak penglihatan atau
pendngaran untuk menanggapi pesan dari hewan lain. Tanpa mnggunakan penglihata
atau pendengaran hewan mungkin dapat menanggapi
pesan melalui isyarat penciuma, namun, isyarat penciuman ynag digunakan
untuk menandai wilayah atau memberikan jejak umunya juga cepat hilang.
4. Permanen dan portabilitas.
Teknologi memungkinkan kkita untuk
mengumpulkan dan mengirimkan informasi dari satu generasi kegeerasi berikutnya.
Teknologi memungkinkan kita untuk ”menjembatani” atau “mengikat “ waktu untuk
menggunakan rekaman dari masa lalu seperti halnya masa kini, serta untuk
membuat pesan hari ini yang akan menjadi bagian dari generasi mendatang.
Berkat teknologi komunikasi manusia
jjuga memiliki kapasitas “berpindah-pindah” untuk menjembatani ruang. Benda orang yang
merujuk ssimbol tertentu tidakk perlu hadir agar simbol itu
bisa digunakan dalam komunikasi. Informasi yang dibuat dan dikemas
disatu lokkasi geografis dapat dikirimkan kepada orang-orang dibenua lain.
Teknologi komunikasi memperpanjang dan
memberikan alternative untuk komunikasi tatap muak, sebagai sarana mengirim dan
menerima pesan.
b. Aspek Komunikasi yang Tidak Terlihat
Sepuluh aspek
lain dari komunikasi sangatlah penting, namun tidak terlihat oleh mata yang
tidak terlatih. Kesepuluhnya itu adalah makna, pembelajaran, subjektivitas,
negoisasi, budya, level dan konteks interaksi, referensi diri, etika, dan
keniscayaan.
1. Makna
Kita menciptakan simbol. Untuk menggunakanna dalam komunikasi, kita
juga harus menciptakan makna dan tanggapan kepada simbol-simbol itu. Untuk
menggambarka hal ini, perhatikan kata burung. Kata burung tidak memiliki makna
yang melekat dan terkandung didalamnya. Ini hanyalah sebuah pola tertentu dari
getaran suara yang datang bersamaan dengan manipulasi pita suara, bibir, lidah,
da mulut, atau sebuah konfgurasi tinta pada kertas dalam bahasa tertulis.
Karakteristik dari kata dan suara yang diucapkan yang terdiri dari kode simbolik
itu hanya berguna bagi mereka yang mampu memahaminya. Makna kata burung itu
tidak memiliki hubungan dengan hewan yang dmaksudkan, melainkan apa yang telah
kita ciptakan dan kita terima. Setiao kata biasa dipilih sesuai tempatnya.
2. Pembelajaran
Kita lahir dengan memiliki beberapa reflek kecendurungan merespo
pesan. Misalnya adalah saat terjadi sentuhan putting susu kemulut bayi yang baru lahir sentuhan itu adalah isyarat yang memicu respons reflek yang menghisap yang dipelukan
untuk makan. Demikian juga kita sengaja menempatkan jari diatas kompor panas,
sinyal dikirim keotak, dan dalam sekejap kita tarik tangan kita
kembali.tanggapa seperti ini terjad secara
otomatis. Hal-hal reflek demikian adalah non-simbolik dan tidak melibatkan proses pembelajaran simbol. Gejalah
ini adalah apa yang dapat kita sebut dengan istilah aturan pertama, peristiwa memproses informasi.
Melalui sedikit refleksi, aka mengingatkan kita kepada kompleksitas
yang mendasari komunikasi manusia. Jika kiita perhatikan sebuah interaksi
antara ilmuwan menggunakan persamaan matematika, nilai uang yang kita bawa
dikantong kamu kegunaan yang melekat pda bendera kita, perkataan yang diucapkan
antara kenalan atau ekspresi wajah dan gerakan antara rekan-rekan ditempat
kerja, simbol-simbol dan makna mereka kita harus diuat, disepakati, dan
dipelajari agar berguna untuk berkomunikas. Kegunaan mereka diciptakan oleh
kita, dan kemudian keduanya hanya berguna untuk komunikasi apabila kita belajar
dan mampu menggunakannnya dengan tepat.
3. Subjektivitas
Simbol yang kita gunakan dalam komunikasi manusia tidak berarti hal
yang sama untuk kita semua. Kita berhubungan dengan sebuah pesan sebagai produk
dari pengalaman kita. Tidak aka nada dua orang dari kita dibekali pengalaman
yang sama persis, dank arena itu pula, tidak akan pernah terjadi dua orang
diantara kita merujuk makna secara sama persis terhadap berbagai pesan yang ada
disekililing kta. Dengan kata lain, semua dari kta tidak membuat dan menerjemahkan
pesan dngan cara yang sama. Bahkan seorang individu yang sama tidak akan pernah
melampirkan arti yang sama persis terhadap sebuah pesan tertenti, pada titik
waktu dan situasi yang berbeda.
Aspek subjektif dari komunikasi manusia meluas kesemua jenis
simbol-kata, seni, uang, bendera, dan sebagainya. Ketika dua orang melihat
sebuanh karya seni, misalnya makna-makna yang akan dimiliki sebagunya akan
menjadi pribadi, merefleksikan pengalaman pribadi mereka masing-masing.
Simbol moneter juga menggambarka sifat pribadi dari komunikasi
manusi nilai uang adalah subjektif. Sorang anak yang berjalan ditenga orang banyak
mungkin atau membungkuk untuk mengambil uang satu penny (Uang logam Penny)
adalah nilai uang koin yang pertama kali diperkenalkan di Australia pada 1911
sampai desimalisasi dimata uang Australia
ke dolar Australia pada 14 februari 1966.
Pengakuan bahwa banyak komunikasi adalah subjektif dan pribadi
telah mengalihkan nilai tema pengamatan, bahwa yang menakjubkan dari komunikasi
tidaklah saat terlihat gagal, melainkan justru pada saat ia tampakk berhasil.
4. Negoisasi
Untuk simbol yang kita
gunakan, agar dapat terhubung dengan yang lain secara efektif, makna yang kita
gunaka haruslah klop dengan makna yang dimiliki oleh yang lain. Saat kita terlibat dalam
komunikasi, kita telah ambil bagian dalam proses negosasi, melalui mana kita
mencocokkan makna-makna yang kita miliki dengan yang dimiliki orang lain.
Tidak seperti yang diupayakan oleh manajemen dan perwakilan dari
serikat pekerja untuk sampai kepada sebuah kontrak kerja, proses negoisasi yang kita maksud disini tidak terlihat. Ia melibatkan
individu-individu yang menyesuaikan ulang
berbagai pesan yang mereka kirim dan tafsir pesan yang mereka lakukan
dalam menerima pesan dari orang lain. Dilakukan dalam rangka untuk bisa
memahami, menanggulangi, da beradaptasi terhadap tuntutan dan kesempatan.
5. Budaya
Fakta bahwa makna-makna yang
kita miliki sering bersambung secara masuk akal dengan makna-makna yang
dimiliki orang lain, bukanlah sebuah kecelakaan, namun itu juga bukanlah hasil
dari sebuah negoisasi sederhana. Kita selalu dipengaruhi melalui partisipasi
kita dalam sebuah grub, organisasi dan masyarakat. Melalui pertisipasi ini kita
membentuk kesamaan umum dalam hal pengalaman budaya bersama orang lain melalui
komunikasi sosial.
Melalui komunikasi manusia kita
menciptakan budaya umum dan pandangan bersama tentang realitas dan tiba
pada tahap memahami satu sama lain untuk mengoordinasikan makna dari
simbol-simbol yang kita gunakan.
Budaya adalah sistem pengetahuan yang digunakan oleh sekelompok
besar orang. Budaya dapat dicirikan
sebagai individualistik atau kolektif.
Dalam budaya individu listis (seperti Amarika Serikat) inisiatif individu, prestasi,
dan kompetisi dinilai dan realisasi diri adalah tujuan utama.
6. Konteks dan Tingkat Interaksi
Komunikasi manusia beroperasi dalam berbagai konteks dan berbagai
tingkatan adalah darah kehidupan bagi individu, hubungan antarsesama, kelompok,
organisasi, dan masyarakat.
Intrapersonal, interpersonal, kelompok, organisasi, publik, massa dan
komunikasi masyarakat tidak beroperasi secara terselubung. Terdapat pengaruh
diantara semuanya. Dalam hubungan dimana kita terlibat, dalam grub dimana kita
menjadi anggota. Organisasi tempat kerja, dan masyarakat dunia dimana kita
hidup semua memiliki dampak terhadap kegiatan komunikasi pribadi kita.
7. Referensi Diri
Makna yag kita pelajari untuk dilampirkan kepada simbol yang kita
gunakan. Dan simbol-simbol yag digunakan orang lain selalu mencermink
pengalaman kita. Alhasil, segala sesuatu yang kita katakana dan kerjakan, dan
cara kita menafsirkan kata-kata orang lain beserta tindakan-tindakan kita
adalah refleksi atau cerminan dari sekaligus pernyataan tentang maksud, pengalaman, kebutuhan, dan
harapan-harapan kita.
8. Refleksivitas Diri
Karakteristik lain komunikasi manusia adalah kemampuan untuk
mempunyai refleksi diri atau kesadaran diri. Kapasitas atau kemampuan demikian
adalah inti proses komunikasi. Bersamanya individu dimungkinkan untuk melihat
diri merka sebagai “diri”sebagai bagian lingkungan, atau sebagai bagian yang
terpisah dari lingkungan.
Kemampuan refleksi diri yang memungkinkan kita untuk berteori
tentang diri kita dan oengalaman kita, agar biisa berada ‘diluar diri’ sehingga
bisa melihat diri kita sendiri. Bersama hasil yang mengkondisikan kita masuk
kedalam suatu hubungan dengan diri kita sendiri.
9. Etika
Isu-isu etika timbul dalam semua jenis situasi komunikasi termasuk
komunikasi interpersonal, komunikasi organisasi, komunikasi politik, iklan, dan
media berita. Etika sangat penting untuk analisis kritis terhadap perilaku
komunikasi kita dalam semua kasus. Ketika piliha yang kita buat sering bersifat
pribadi, konsekuensi pilihhannya malah justru tidak konsekuensi yang tidak
pribadi, konsekuensi pilihannya malah justru tidak konsekuensi yang tidak
pribadi, adalah makna tambahan yang juga berperan dalam etika kita.
Untuk mulai memikirkan tanggapan etika terhadao komunikasi anda
sendiri pertimbangkan tujuan berikut :
Ø Mengembangkan dialog
Ø Menghargai keanekaragaman
Ø Toleransi ketidaksepakatan
Ø Mendorong individu untuk memahami diri sendiri
Ø Menilai integrasi
10. Keniscayaan
“kita tidak bisa berkomunikasi.” Ini adalah pernyataan dari
Watzlawich, Beavin, dab Jackson untuk menekankn bahwa kita pasti terlibat dalam
proses pembuatan dan pengelolahan pesan selama hidup kita. Perilaku veral dan
nonverbal kita merupakan sumber informasi yang terus mengalir bagi orang lain
yang ada pada giliran berikutnya, secara berlanjut dan tak terhindarkan kita
memproses informasi tentang orang-orang, situasi dan objek-objek dilingkungan
kita, dan tentang diri kita sendiri.
Dari perspektif ini kita bisa mendapati konsep-konsep
ketidaktepatan teknis seperti “komunikasi yang berantakan”, atau “gagal
berkomunikasi”. Komunikasi selalu terjadi. Pesan-pesan niscaya dikemas dan
diproses. Yang paling sering dari apa yang kita sebut “berantakan” dan “gagal”
bukanlah hasil dari kelemahan pengiriman pesan dan penerimanya, akan tetapi sebaliknya,
adalah dari perbedaan interprestasi pesan, harapa, maksud, atau hasilnya.