Selasa, 30 Oktober 2018

ASAS ASAS KOMUNIKASI MANUSIA


Yang terlihat dan yang tak terlihat dari komunikasi manusia
Ketika seseorang tanpa latar belakang ilmu komunikais mendengarka dua orang yang sedang bercakap-cakap, melihat sekelompok orang yang  sedang member hormat kepada bendera, mengamati sebuah kelompok kecil mengambil kkeputusan, atau memesan produk melalui  internet, proses komunikasi muncul lebih sederhana dan jelas maksudnya. Pesan dikirim, peesan diterima, orang bersikap sesuai dengan pesan yang diterima, itulah komunikasi.
Dalam contoh sederhana ini, sejumlah elemen terlibat dalam proses komunikasi, dan masing-masing memberikan efek pada hasil komunikasi. Pertama, Bill harus memutuskan menyampaikan keinginannya mendapatkan garam. Kedua pesan harus dikirim. Pada titik ini, jane harus”memutuskan” untuk memerintahkan pesan itu, harus menafsirkan dengan tepat dan harus memilih untuk bertindak secara sesuai dengan yang di maksudkan Bill.
a.      Aspek-aspek yang  Terlihat dari Komunikasi
Ketika kita mengamati komunikasi yang sedang  berlangsung, tiga komponen perintah dari proses dapat dengan mudah diamati : orang,simbol, dan media
1.      Orang
Dalam konteks ini, ketika kita merujuk kepada orang, kita berfikir mengenai individu  sebagai  pengirim dan/ atau penerima pesan. Kita memasukkan kedalam kategor ini juru bicara, seperti halnya individu-individu yang berbicara kepada orang lain, kelompok, atau organisasi. Individu yang terlbat dalam penulisan atau dalam bentuk  penciptaan dan pengiriman pesan juga termasuk di dalamnya. Kita juga memasukkan individu-individu yang merupakan penerima pesan dalam situasi komunikasi, baik sebagai pendengar, pembaca, atau pengama.
2.      Simbol
Simbol adalha karaker, huruf, angka, kata-kata, benda, orang, atatu  tindakan yang berfungsi mewakili sasuatu  siimbol itu sendiri. Sejumlah penulisan the merujuk simbol sebagai sifat sosial kita. Para cendekiawan lainnya telah menyebutkan bahwa kapasitas kita untuk berorganisasi mungki merupakan karaktristik pembeda. Seperti kita kketahui, bagaimanapun, produksi pengiriman, dan penerima pesan penting dalam kehidupan sosial bago banyak spesies, dan mereka semua berkomunikasi dalam berbagai bentuk untuk beradabtasi dan untuk kkelangsungan hiduonya. Sebagai manusia, kkita memiliki kemampuan berkommunikasi yang unik, bagaimanapun kita dapat membuat dan menggunakan simbol an bahasa simbolis, dan inilah suatu keahlian dan dampak dari itu yang membuat sifat menonjol sebagai makhluk manusia.
Simbol-simbol mewakili benda atau ide tentang sebuah benda. Kata-kata simmbol karena mereka mewakili benda, ide, hubungan, orang, tempat dan perasaan untuk penamaan, hanya sedikit konsep atau objek yang dirujuk oleh kata-kata.
3.      Teknologi
Bagi kebanyakan hewan, sinyal penglihatan, pendengaran, penciuma, perasaan  dan sentuhhan bersifat sementara. Suara, sentuhan, sensasi atau bau secara efektif dapat membuat hewan berhubungan dengan sesamanya dan dengan ilngkungannya. Masing-masing sinyal tidak bertahan lama, dan setelah  pesan itu tersampaikan tidak meninggalkan jejak. Dalam banyak kasus, hewan juga harus berada dalam jarak penglihatan atau pendngaran untuk menanggapi pesan dari hewan lain. Tanpa mnggunakan penglihata atau pendengaran hewan mungkin dapat menanggapi  pesan melalui isyarat penciuma, namun, isyarat penciuman ynag digunakan untuk menandai wilayah atau memberikan jejak umunya juga cepat hilang.
4.      Permanen dan portabilitas.
Teknologi memungkinkan kkita untuk mengumpulkan dan mengirimkan informasi dari satu generasi kegeerasi berikutnya. Teknologi memungkinkan kita untuk ”menjembatani” atau “mengikat “ waktu untuk menggunakan rekaman dari masa lalu seperti halnya masa kini, serta untuk membuat pesan hari ini yang akan menjadi bagian dari generasi mendatang.
Berkat teknologi komunikasi manusia jjuga memiliki kapasitas “berpindah-pindah” untuk  menjembatani ruang. Benda orang yang merujuk  ssimbol tertentu  tidakk perlu hadir agar simbol  itu  bisa digunakan dalam komunikasi. Informasi yang dibuat dan dikemas disatu lokkasi geografis dapat dikirimkan kepada orang-orang dibenua lain. Teknologi  komunikasi memperpanjang dan memberikan alternative untuk komunikasi tatap muak, sebagai sarana mengirim dan menerima pesan.


b.      Aspek Komunikasi yang Tidak Terlihat
Sepuluh aspek lain dari komunikasi sangatlah penting, namun tidak terlihat oleh mata yang tidak terlatih. Kesepuluhnya itu adalah makna, pembelajaran, subjektivitas, negoisasi, budya, level dan konteks interaksi, referensi diri, etika, dan keniscayaan.
1.      Makna
Kita menciptakan simbol. Untuk menggunakanna dalam komunikasi, kita juga harus menciptakan makna dan tanggapan kepada simbol-simbol itu. Untuk menggambarka hal ini, perhatikan kata burung. Kata burung tidak memiliki makna yang melekat dan terkandung didalamnya. Ini hanyalah sebuah pola tertentu dari getaran suara yang datang bersamaan dengan manipulasi pita suara, bibir, lidah, da mulut, atau sebuah konfgurasi tinta pada kertas dalam bahasa tertulis. Karakteristik dari kata dan suara yang diucapkan yang terdiri dari kode simbolik itu hanya berguna bagi mereka yang mampu memahaminya. Makna kata burung itu tidak memiliki hubungan dengan hewan yang dmaksudkan, melainkan apa yang telah kita ciptakan dan kita terima. Setiao kata biasa dipilih sesuai tempatnya.
2.      Pembelajaran
Kita lahir dengan memiliki beberapa reflek kecendurungan merespo pesan. Misalnya adalah saat terjadi sentuhan putting susu  kemulut bayi yang baru  lahir sentuhan itu  adalah isyarat yang memicu  respons reflek yang menghisap yang dipelukan untuk makan. Demikian juga kita sengaja menempatkan jari diatas kompor panas, sinyal dikirim keotak, dan dalam sekejap kita tarik tangan kita kembali.tanggapa seperti ini terjad secara  otomatis. Hal-hal reflek demikian adalah non-simbolik dan tidak melibatkan proses pembelajaran simbol. Gejalah ini adalah apa yang dapat kita sebut dengan istilah aturan pertama, peristiwa memproses informasi.
Melalui sedikit refleksi, aka mengingatkan kita kepada kompleksitas yang mendasari komunikasi manusia. Jika kiita perhatikan sebuah interaksi antara ilmuwan menggunakan persamaan matematika, nilai uang yang kita bawa dikantong kamu kegunaan yang melekat pda bendera kita, perkataan yang diucapkan antara kenalan atau ekspresi wajah dan gerakan antara rekan-rekan ditempat kerja, simbol-simbol dan makna mereka kita harus diuat, disepakati, dan dipelajari agar berguna untuk berkomunikas. Kegunaan mereka diciptakan oleh kita, dan kemudian keduanya hanya berguna untuk komunikasi apabila kita belajar dan mampu menggunakannnya dengan tepat.
3.      Subjektivitas
Simbol yang kita gunakan dalam komunikasi manusia tidak berarti hal yang sama untuk kita semua. Kita berhubungan dengan sebuah pesan sebagai produk dari pengalaman kita. Tidak aka nada dua orang dari kita dibekali pengalaman yang sama persis, dank arena itu pula, tidak akan pernah terjadi dua orang diantara kita merujuk makna secara sama persis terhadap berbagai pesan yang ada disekililing kta. Dengan kata lain, semua dari kta tidak membuat dan menerjemahkan pesan dngan cara yang sama. Bahkan seorang individu yang sama tidak akan pernah melampirkan arti yang sama persis terhadap sebuah pesan tertenti, pada titik waktu dan situasi yang berbeda.
Aspek subjektif dari komunikasi manusia meluas kesemua jenis simbol-kata, seni, uang, bendera, dan sebagainya. Ketika dua orang melihat sebuanh karya seni, misalnya makna-makna yang akan dimiliki sebagunya akan menjadi pribadi, merefleksikan pengalaman pribadi mereka masing-masing.
Simbol moneter juga menggambarka sifat pribadi dari komunikasi manusi nilai uang adalah subjektif. Sorang anak yang berjalan ditenga orang banyak mungkin atau membungkuk untuk mengambil uang satu penny (Uang logam Penny) adalah nilai uang koin yang pertama kali diperkenalkan di Australia pada 1911 sampai  desimalisasi dimata uang Australia ke dolar Australia pada 14 februari 1966.
Pengakuan bahwa banyak komunikasi adalah subjektif dan pribadi telah mengalihkan nilai tema pengamatan, bahwa yang menakjubkan dari komunikasi tidaklah saat terlihat gagal, melainkan justru pada saat ia tampakk berhasil.
4.      Negoisasi
Untuk simbol yang  kita gunakan, agar dapat terhubung dengan yang lain secara efektif, makna yang kita gunaka haruslah klop dengan makna yang dimiliki oleh  yang lain. Saat kita terlibat dalam komunikasi, kita telah ambil bagian dalam proses negosasi, melalui mana kita mencocokkan makna-makna yang kita miliki dengan yang dimiliki orang lain.
Tidak seperti yang diupayakan oleh manajemen dan perwakilan dari serikat pekerja untuk sampai kepada sebuah kontrak kerja, proses negoisasi  yang kita maksud disini tidak terlihat. Ia melibatkan individu-individu yang menyesuaikan ulang  berbagai pesan yang mereka kirim dan tafsir pesan yang mereka lakukan dalam menerima pesan dari orang lain. Dilakukan dalam rangka untuk bisa memahami, menanggulangi, da beradaptasi terhadap tuntutan dan kesempatan.
5.      Budaya
Fakta  bahwa makna-makna yang kita miliki sering bersambung secara masuk akal dengan makna-makna yang dimiliki orang lain, bukanlah sebuah kecelakaan, namun itu juga bukanlah hasil dari sebuah negoisasi sederhana. Kita selalu dipengaruhi melalui partisipasi kita dalam sebuah grub, organisasi dan masyarakat. Melalui pertisipasi ini kita membentuk kesamaan umum dalam hal pengalaman budaya bersama orang lain melalui komunikasi sosial.
Melalui komunikasi manusia kita  menciptakan budaya umum dan pandangan bersama tentang realitas dan tiba pada tahap memahami satu sama lain untuk mengoordinasikan makna dari simbol-simbol yang kita gunakan.
Budaya adalah sistem pengetahuan yang digunakan oleh sekelompok besar orang. Budaya dapat  dicirikan sebagai individualistik atau  kolektif. Dalam budaya individu listis (seperti Amarika Serikat) inisiatif individu, prestasi, dan kompetisi dinilai dan realisasi diri adalah tujuan utama.

6.      Konteks dan Tingkat Interaksi
Komunikasi manusia beroperasi dalam berbagai konteks dan berbagai tingkatan adalah darah kehidupan bagi individu, hubungan antarsesama, kelompok, organisasi,  dan masyarakat. Intrapersonal, interpersonal, kelompok, organisasi, publik, massa dan komunikasi masyarakat tidak beroperasi secara terselubung. Terdapat pengaruh diantara semuanya. Dalam hubungan dimana kita terlibat, dalam grub dimana kita menjadi anggota. Organisasi tempat kerja, dan masyarakat dunia dimana kita hidup semua memiliki dampak terhadap kegiatan komunikasi pribadi kita.
7.      Referensi Diri
Makna yag kita pelajari untuk dilampirkan kepada simbol yang kita gunakan. Dan simbol-simbol yag digunakan orang lain selalu mencermink pengalaman kita. Alhasil, segala sesuatu yang kita katakana dan kerjakan, dan cara kita menafsirkan kata-kata orang lain beserta tindakan-tindakan kita adalah refleksi atau cerminan dari sekaligus pernyataan  tentang maksud, pengalaman, kebutuhan, dan harapan-harapan kita.
8.      Refleksivitas Diri
Karakteristik lain komunikasi manusia adalah kemampuan untuk mempunyai refleksi diri atau kesadaran diri. Kapasitas atau kemampuan demikian adalah inti proses komunikasi. Bersamanya individu dimungkinkan untuk melihat diri merka sebagai “diri”sebagai bagian lingkungan, atau sebagai bagian yang terpisah dari lingkungan.
Kemampuan refleksi diri yang memungkinkan kita untuk berteori tentang diri kita dan oengalaman kita, agar biisa berada ‘diluar diri’ sehingga bisa melihat diri kita sendiri. Bersama hasil yang mengkondisikan kita masuk kedalam suatu hubungan dengan diri kita sendiri.
9.      Etika
Isu-isu etika timbul dalam semua jenis situasi komunikasi termasuk komunikasi interpersonal, komunikasi organisasi, komunikasi politik, iklan, dan media berita. Etika sangat penting untuk analisis kritis terhadap perilaku komunikasi kita dalam semua kasus. Ketika piliha yang kita buat sering bersifat pribadi, konsekuensi pilihhannya malah justru tidak konsekuensi yang tidak pribadi, konsekuensi pilihannya malah justru tidak konsekuensi yang tidak pribadi, adalah makna tambahan yang juga berperan dalam etika kita.
Untuk mulai memikirkan tanggapan etika terhadao komunikasi anda sendiri pertimbangkan tujuan berikut :
Ø  Mengembangkan dialog
Ø  Menghargai keanekaragaman
Ø  Toleransi ketidaksepakatan
Ø  Mendorong individu untuk memahami diri sendiri
Ø  Menilai integrasi
10.  Keniscayaan
“kita tidak bisa berkomunikasi.” Ini adalah pernyataan dari Watzlawich, Beavin, dab Jackson untuk menekankn bahwa kita pasti terlibat dalam proses pembuatan dan pengelolahan pesan selama hidup kita. Perilaku veral dan nonverbal kita merupakan sumber informasi yang terus mengalir bagi orang lain yang ada pada giliran berikutnya, secara berlanjut dan tak terhindarkan kita memproses informasi tentang orang-orang, situasi dan objek-objek dilingkungan kita, dan tentang diri kita sendiri.
Dari perspektif ini kita bisa mendapati konsep-konsep ketidaktepatan teknis seperti “komunikasi yang berantakan”, atau “gagal berkomunikasi”. Komunikasi selalu terjadi. Pesan-pesan niscaya dikemas dan diproses. Yang paling sering dari apa yang kita sebut “berantakan” dan “gagal” bukanlah hasil dari kelemahan pengiriman pesan dan penerimanya, akan tetapi sebaliknya, adalah dari perbedaan interprestasi pesan, harapa, maksud, atau hasilnya.

Rabu, 24 Oktober 2018

EVOLUSI TEORI KOMUNIKASI


EVOLUSI TEORI KOMUNIKASI

Evolusi Pemikiran
       Para pakar dan praktisi telah berpikir tentang sifat komunikasi selama lebih ari 2.500 tahun. Istilah yang mereka gunakan, dan contoh-contoh yang mereka pakai, beraneka warna sesuai dengan waktu, namun tujuan pokoknya – mendapatkan pemahaman tentang peranan komunikasi dalam urusan kemanusiaan—tetap tidak berubah.
     Bentuk model komunikasi dapat bermacam-macam, tetapi terlepas dari karakteristik khusus sebuah model, semuanya memiliki satu tujuan umum, yaitu untuk membuat miniatur, menyederhanakan, menampilkan hakhak pokok, dan menekankan ciri-ciri dasar objek, proses atau fenonemena yang akan ditampilkan.
   Secara bertahap pemikiran mengenai komunikasi bertambah luas, dengan fokus pada  berbicara antarpribadi dan berbicara didepam umum; komunikasi Nonverbal, komunikasi dengan mediasi teknologi dan komonikasi, dan komunikasi verbal; banyak pembicara denagan banyak pendengaran dan sumber perorangan dengan banyak penerima. Dan hasil komunikasi; yang mencakup hal-hal seperti ini: hiburan, sosialisasii orang tua anak, mengembangkan hubungan, membangun budaya serta banyak lagi lainnya yang terkait dengan presuasi.

Asal Usul Teori Komunikasi: Yunani Kuno
   Aristoteles (385-347) dan gurunya Plato (427-347 SM) adalh tokoh yang paling sentral dalam permulaan studi komunikasi. Keduanya mengganggap komunikasi sebagai seni atau keahlian untuk diprkatikan sekaligus sebagai bidang studi.
Aristoteles melihat komunikasi sebagai sarana melaui mana warga negara berpartisispasi dalam demokrasi. Bagi, Aristoteles komunikasi adalah kegiatan verbal melalui mana pembicara berusahs membujuk – untuk mencapai tujuan yang didimilkinya dengan seorang pendengar melaui penyusunan argumen secara mahir dan melalui penyamapaian pidato.
Plato dalam tulisan-tulisannya, menguraikan secara garis besar apa yang menurutnya diperlukan untuk studi retorika dan berkontribusi terhadap penjelasan yang lebih luas mengenai perilaku manusia. Ia berkeyakinana bahwa bidang ini harusnya mencakup studi mengenai sifat dari kata-kata, studi tentang sifat manusia dan cara mereka menjalani kehidupan, studi tentang sifat manusia dan cara mereka menjalani kehidupan, studi tentang sifat dan aturan, dan studi tentang alat-alat dengan man manusia terpengaruh.


Abad ke- 20
Sebagai bidang sekaligus sebagai satu displin tersendiri komunikasi yang muncul di tahun 1940-an, 1950, dan 1960-an, dengan pengaruh dari ide-ide yang diekmukakan oleh para ilmuwan Yunani Kuno dan diperdalam dalam tulisan-tulisan pada masa berikutnya, masih memiliki bukti yang masih banyak.

Model Komunikasi Lasswell
Dia mengatakan bahwa proses komunikasi dpat dijelaskan dengan sangat baik oleh pernyataan sederhana :
“siapa mengatakan apa kepada siapa dengan saluran apa dan dengan dampak apa”
Lasswel melihat komunikasi sebagai proses satu arah dimana sseorang individu memengaruhi orang lain melalui pesan. Model Laswell mengingatkan bahwa mungkin trdapat bebagai hasil atau efek dari komunikasi, seperti menginformasikan, menghibur, memperburuk, serta membujuk.
Model Shannon dan Waeaver
Shannon dan Weaver menggambarkan proses komunikasi dengan cara ini :
“komunikasi mencakkup semua prosedur dengan mana satu pikiran dapat  memengaruhi yang lain. Ini, tentu saja, tidak hanya mencakup tulisan dan pidato lisan, tetapi juga musik , seni, gambar, teater, balet, dan sebenarnya meliputi semua perilaku manusia.”
Shannon dan Weaver membuat beberapa perbedaan yang tidak ada dalam model yang lain. Secara lebih khusus, mereka membedakan antara sinyal dan pesan; sumber informasi dan pemancar; dan penerima dan tujuan.
Model Scharmm
Scharm melihat komunikasi sebagai upaya sengaja untuk membentuk kesamaan antara sumber dan penerima, dengan catatan bahwa kata komunikasi berasal dari bahasa latin communis, yang berarti common atau bersama. Dia berpendapat bahwa tanpa kesamaan medan pengalaman-kesamaan bahasa, kesamaan latar belakang, kesamaan budaya, dan sebagainya hanya sedikit kesempatan bagi pesan untuk dipahami.
Scharmm menegaskan pentingnya umpan balik (feed back) sebagai cara untuk mengatasi masalah gangguan (noise). Dia mengatakan bahwa umapan balik “memberi tahu kita bagaiman pesan kita sedang diinterpretasikan ... seorang komunikator yang berpengalaman akan sangat memprihatinkan umpan- balik dan terus-menerus memodifikasi pesannya berdasarkan apa yang dia [ laki-kaki atau perempuan ] amati atau dengarkan dari khalayaknya”.

Model Katz dan Lazersfeld   
    Pada 1955, ilmuwan politik Elihu Katz dan Paul Lazersfeld menyajikan konsep dua – langakah arus (two-step flow) komunikasi dalam buku mereka, “Pengaruh Pribadi” (personal influence). Model ini berdasarkan penelitian sebelumnya dimana mereka menemukan bahwa informasi yang disajikan dalam media massa tidak mencapai dan tidak memiliki dampak individu secara langsung sebagaimana pandangan sebelumnya yang mengganggapnya demikian.
    Mereka mengembangkan pandangan yang menghubungkan dinamika interpersonal dengan komunikasi massa. Mereka menemukan bahwa pemilih yang ragu-ragu lebih dipengaruhi oleh orang-orang disekitar mereka dibandingkan oleh informasi yang diberikan oleh media massa; penelitian juga menunjukan bahwa bebrapa orang secara konsisten lebih berpengaruh daripada yang lain, sehingga mereka menyimpulkan bahwa “ide sering tampak mengalir dari radio dan media cetak kepada pemimpin pendapat dan dari mereka kepada warga yang kurang aktif”. Inilah yang disebut dengan dua langkah arus informasi.
Model Westley dan MacLean
     Model Westley dan MacLean menunjukan bahwa proses komunikasi yang sesungguhnya dimulai dengan serangkaian sinyal (signal) atau potensi pesan. Sinyal atau potensi pesan tersebut bisa pula merupakan kombinasi dari beberapa unsur, misalnya suara, penglihatan, dan sentuhan.
Unsur –unsur tambahan, garis dan panah yang terdapat dalam model ini terjadi karena empat cara penting berikut ini .
Ø  Memerhatikan hubungan antara komunikasi Interpresonal dan Komunikasi yang melibatkan media massa
Ø  Menunjukan bahwa komunikasi dimulai dengan seorang individu menerima pesan daripada mengirimkan pesan
Ø  Menjelaskan banyaknya sinyal yang penting untuk proses komunikasi yang secara tidak sengaja dikirimkan
Ø  Menekankan bahwa suatu pesan mengalami perubahan serentak dengan pindahnya pesan itu dari satu orang ke orang lain.
Model Dance  
Pada 1967 Frank Dance mengembangkan model komunikasi yang disebut dengan model sprilal berputar (helical-spiral). Dipilihnya bentuk visual seperti ini dimaksudkan untuk menunjukan bahwa komunikasi adalah proses yang kompleks dan evolusioner. Sebagaimana Dance menulis :
“jika komunikasi dipandang sebagai suatu proses, kita dipaksa untuk menyesuaikan pemeriksaan kita dan instrumen pengujian kita atas suatu tantangan yang ada dalam gerakan, sesuatu yang berubah sedangkan kita berada didalamnya untuk memeriksanya”.
Putaran (helix) adalah satu cara yang menggabungkan antara model-model linier dan model-model lingkaran sekaligus membuang kelemahan masing-masing model. Untuk umpan balik model lingakaran , Dance menambahkan kedalamnya dimensi waktu guna menunjukan bahwa setiap tindakan komunikasi itu dibangun diatas pengalaman komunikasi sebelumnya dari para pihak yang terlibat.
Model Watzlawick, Beavin, dan Jackson
Model Watzlawick-Beavin-Jackson, melukiskan komunikasi sebagai proses memberikan dan menerima pesan diantara para pesertanya. Model ini menekankan pandangan bahwa komunikasi bukanlah suatu yang terjadi hanya ketika sumber dengan sengaja memilih pesan untuk mengirimkannya. Sebaliknya mereka menyatakan bahwasannya kita selalu beranggapan “orang tidak dapat tidak berkomunikasi”
Model Thayer
 Pada 1968, buku Lee Thayer, Komunikasi dan Sistem Komunikasi (Communication and Communication System), memberikan pandangan lintasdisiplin mengenai komunikasi. Thayer menekanan komunikasi sebagai proses yang dianamis dimana individu menciptakan dan menginterpresaikan informasi—yang dilihatnya sebagai suatu yang kompleks, dinamis, dan sangat pribadi. Untuk meningkatkan cara berpikir ini, Thayer mengusulkan konsep “masuk kedalam hitungan yang mampu” dan “masuk kedalam hitungan yang lemah”, menurutnya kemampuan dan kerentanan kita mengarahkan cara kita memperoleh, memeroses, menghasilkan, dan menyebarkan informasi.
Metode ini menggabarkan komunikasi sebagai proses yang dinamis, dan menekankan beberapa ide kinci lainnya:
Ø  Pesan yang diperoleh penerima tidak pernah identik dengan yang dikirim seorang sumber
Ø  Penerima mendapatkan sejumlah pesan dengan kemampuan memproses atau memahaminyadalam cara yang berbeda-beda.
Ø  Orang bisa bertindak sebagai pengirim sekaligus penerima pesan, dan pergantian dari satu ke yang lainnya tidak selalu jelas.
Ø  Informasi yang diterima dapat berfungsi sebagai umpan balik.

Teori Komunikasi di Abad ke -21
Secara umum tema dan konsep yang sanagt penting dalam membangun teori komunikasi selam dekade pertengahan abad ke-20 berasal dari tahun 1980 dan 1990-an dengan sejumlah perubahan dalam terminologi dan penekanan.
Teori komunikasi yang memusatkan perhatian pada media (atau teknologi) cenderung untuk meminimalkan perbedaan antara komunikasi massa dan bentuk komunikasi lainnya yang didalamnya teknologi dilibatkan.
Hal lain yang penting selama akhir 1980-an dan 1990-an adalah pengaruh kajian budaya dalam penegmbangan teori komunikasi. Pendekatan ini menekankan peran penting politik, kelas sosial, atau pengaruh budaya dalam membingkai konteks dimana peristiwa komunikasi tertentu terjadi.
Dalam dekade pertama abad ke-21, model-model komunikasi yang populer mengungguli model-model yang berkembang pada dekade-dekade sebelumnya. Pada sebagian besar buku teks pengantar komunikasi secara luas digunakan, misalnya komunikasi digambarkan sebagai proses interaksi, atau transaksi, antara individu yang melibatkan pesan, media, dan umpan balik.

Refleksi Evolusi Teori Komunikasi
Paradigma dan Anomali
     Hal yang paling mendasar dari tema-tema yang tradisional itu adalah pandangan bahwa komunikasi terdiri dari sumber yang menyusun dan mengirimkan pesan ke satuatau lebih penerima dlam rangka untuk menghasilkan efek tertentu. Dalam cara berpikir ini, komunikasi adalah peristiwa satu arah dalam bentuk pengiriman pesan dari sumber ke (sejumlah) penerima. Karakterisasi S-M-R = E ini telah begitu meresap kedalam pemikiran ilmu ini sehingga mencerminkan apa yang disebut dengan filsuf Thomas Khun dan pemikir lainnya sebagai paradigma. Paradigma adalah orientasi teoritis yang luas yang mengarahkan para ilmuwannya dalam suatu bidang ilmu bekerja secara substansi selam periode waktu tertentu.
     Hasil penelitian, pengamatan, atau peristiwa yang tidak dapat dijelaskan oleh, atau tidak selaras dengan paradigma yang ada disebut anomali. Seringkali kemudaian anomali menjadi pendorong unrtuk membuang satu paradigma dan menjadi paradigma baru.
Model dan tulisa-tulisan Shannon dan Weaver, dan terutama lagi Scarhmm, menunjukan bukti adanya anomali MS#MR dan permulaan dari perubahan model komunikasi. Konsep kebisngan (noise) dari Shannon dan Weaver merepresentasikan pengakuan formal pertama dalam model komunikasi dasar bahwa pesan yang dikirim oleh seorang sumber dan pesan yang diterima oleh penerima serinng tidak bersesuaian.


Teori Komunikasi Dewasa Ini 
Tinjauan kami atas model-model komunikasi menunjukan bahwa paradigma S—M—R = E mendominasi sepanjang sejarah ilmu komunikasi, empat puluh tahun terakhir telah membawa sejumlah perubahan perspektif bidang ini. Evolusi konsep tersebut terdiri dari :
  Ø  Dari sumber – dan berpusat pada pesan ke penerima dan berpusat pad makna 
  Ø  Dari satu – cara ke interaktif dan transaksional
  Ø  Dari peristiwa ke berorientasi pada proses
  Ø  Dari penekanan yang khusus pada pengiriman informasi ke penekanan pada interpretasi dan hubungan, serta pengiriman informasi  
  Ø  Dari berbicara didepan umum ke kerangka kerja yang mempertimbangkan komunikasi dalam berbagai konteks termasuk individu, hubungan, keluarga, kelompok, organisasi, masyarakat, dan media.

Rabu, 17 Oktober 2018

BIDANG ILMU KOMUNIKASI


 Studi Komunikasi di Masa Awal
Dalam naskah-naskah klasik Babilonia dan Mesir dan di dalam buku karya Homer, iliad. Sebuah esai yang di tulis sekitar 3000 SM memberikan saran tentang bagaimana berbicara secara efektif, sedangkan the precepts, di susun sekitar 2675 SM di Mesir menyediakan panduan mengenai komunikasi yang efektif
Awal pengembangan teori komunikasi secara sistematis dapat ditelusuri ke Yunani Kuno. Minat awal mereka muncul dari keprihatinan praktis kehidupan sehari-hari. Negara Yunani pada masa itu memiliki bentuk pemerintahan yang demokratis, dan hampir semua aspek bisnis, pemerintahan, hukum, dan pendidikan dilakukan secara lisan.

Retorika dan Pidato
Teori komunikasi pertama dikembangkan oleh Corax dan kemudian disempurnakan oleh muridnya, Tisias, di zaman Yunani Kuno. Teori ini berkenaan dengan masalah berbicara di ruang pengadilan, yang kini bisa dikatakan sebagai seni persuasi.
Para sofis adalah sekelompok guru keliling di Athena pada abad ke-5 SM. Mereka mendirikan sekolah kecil dan mewajibkan para muridnya untuk mengikuti bimbingan privat. Protagoras dari Abdara mengajarkan konsep-konsep yang dalam zaman modern sekarang merupakan teknik debat. Dia mengajarkan bahwa pembicara yang baik harus mampu membantah kedua sisi proposisi
Isocartes, sofis lainnya yang terkenal dari Yunani Kuno, menulis pidato bagi orang lain untuk dibacakan. Ia sangat berpengaruh pada masanya. Dia terkenal karena keyakinannya bahwa seorang orator harus dilatih dalam pengetahuan budaya dan harus menjadi orang yang baik.

Jurnalisme
Bidang lain yang memberikan kontribusi signifikan terhadap warisan studi komunikasi adalah jurnalisme. Praktik jurnalisme dimulai sekitar 3700 tahun yang lalu di Mesir, ketika catatan peristiwa pada waktu itu ditulis pada makam raja Mesir. Bertahun-tahun kemudian, Julius Caesar membuat berita resmi yang disiarkan hari itu juga di tempat umum, salinannya telah dibuat dan dijual
Seperti pidato dan retorika, jurnalisme merupakan komunikasi publik. Pertengahan tahun 1600-an memperlihatkan munculnya surat kabar dalam bentuknya yang modern, dan untuk pertama kalinya koran diterbitkan di Amerika Serikat bernama, public Occurennces Both Foreign and Domestik pada tahun 1690 di Boston.

Tahun 1900-1930-an : Pengembangan Pidato dan Jurnalisme
Pada awal abad ke-20, pidato muncul sebagai suatu disiplin tersendiri. Pada tahun 1909, Asosiasi Pidato Negara Bagian Timur Amerika---Asosiasi Komunikasi Negara Bagian Timur Amerika – dibentuk, dan pada tahun 1910 mengadakan konferensi tahunan pertamanya. Asosiasi Nasional untuk Guru Akademik Public Speaking. Yang kemudian menjadi Asosiasi Pidato Amerika dan Asosiasi Komunikasi Pidato. Tahun 1935 tercatat ada 1700 anggota asosiasi, dan pidato telah mapan sebagai sebuah bidang studi.
Pada tahun 1905 Universitas Wisconsin membuka kursus pertama jurnalisme dimana pada saat sama buku-buku mengenai jurnalisme mulai tersedia. Pada tahun 1910 ada setengah lusin volume sudah tersedia, dan diantara tahun 1910 dan 1920 sekitar 25 karya ilmiah di bidang jurnalisme dan surat kabar telah dikompilasi, yang menandakan terus bertumbuhnya bidang ini.
Hadirnya radio pada tahun 1920 dan televisi di awal 1940-an mengakibatkan penggunaan konsep jurnalisme lebih luas. Media baru ini memberikan dorongan terhadap pengembangan suatu pandangan yang lebih luas tentang sifat jurnalisme.


Tahun 1940-an dan 1950-an: pertumbuhan Interdisipliner
Pada 1940-an dan awal 1950-an, ruang lingkup bidang komunikasi secara substansial bertambah luas. Sejumlah ahli dari berbagai disiplin ilmu perilaku dan ilmu sosial mulai mengembangkan teori-teori komunikasi yang melampaui batas-batas bidang mereka sendiri, dalam antropologi dan dalam psikologi. Para peneliti sangat berkepentingan dengan persuasi, termasuk bagaimana perkembangan media memberikan kontribusi terhadap upaya-upaya persuasif.
Kajian retorika dan pidato di akhir 1940-an dan 1950-an diperluas termasuk interpretasi oral, suara dan diksi, debat, teater, fisiologi pidato, dan patologi pidato. Dalam kajian jurnalisme dan media massa, pertumbuhan dan perkembangan bahkan lebih dramatis. Dalam sejumlah karya klasik tahun 1950-an, perhatian diberikan kepada media khusus surat kabar, majalah, radio, dan televisi, mulai diganti dengan perhatian kepada yang lebih umum termasuk sifat dan efek media massa dan komunikasi massa.
Pada akhir 1950-an sejumlah tulisan yang muncul membuka jalan bagi pengembangan pandangan lebih terintegrasi mengenai komunikasi. Hal ini berlangsung selama bertahun-tahun setelah Masyarakat Nasional untuk Kajian Komunikasi (National Society for the Study of Communiation) sekarang Asosiasi Komunikasi Internasional (International Communiation Association) didirikan dengan tujuan untuk menyatukan kajian komunikasi melalui upaya mengeksplorasi hubungan antara pidato, bahasa, dan media.

Tahun 1960-an: Integrasi
Selama dekade 1960-an, komunikasi menjadi perhatian dalam banyak disiplin. Sosiolog membahas dinamika kelompok, hubungan sosial, dan asal-usul ilmu pengetahuan dalam kehidupan sosial. Ilmuan politik menulis tentang peran komunikasi dalam pemerintahan, tata kelola pemerintahan, opini publik, propaganda, dan pembangunan citra politik, menyediakan dasar untuk pengembangan bidang komunikasi politik yang berkibar satu dekade kemudian.
Dalam kajian administratif, tulisan-tulisan tentang organisasi, manajemen, kepemimpinan, dan jaringan informasi menjadi dasar pertumbuhan komunikasi organisasi sebagai salah satu bidang studi yang juga muncul pada 1970-an. Karya di dunia antropologi dan linguistik secara bersama-sama memberi ruang untuk munculnya komunikasi antarbudaya sebagai sebuah bidang studi. Kemajuan yang dicapai oleh ahli zoologi selama tahun 1960-an mendorong studi komunikasi hewan.

Tahun 1970-an dan Awal 1980-an: Pertumbuhan dan spesialisasi
Ekspansi dan spesialisasi yang dimulai pada akhir tahun 1960 baru mencapai puncaknya di tahun 1970-an. Komunikasi interpersonal menjadi semakin populer sebagai bidang studi tentang interaksi nonverbal.
Retorika, berbicara didepan umum, debat, teater, patologi pidato, jurnalisme, media massa, fotografi, periklanan, dan hubungan masyarakat terus tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan komunikasi, komunikasi pidato dan komunikasi massa.
Pada dekade 1970-an terbit tujuh belas publikasi baru dengan menggunakan kata komunikasi dalam judul mereka. Sejumlah jurnal akademik yang baru diperkenalkan dan beberapa jurnal pidato dan Jurnalisme menambahkan kata komunikasi dalam judulnya sebagai refleksi makin meluasnya kajian di bidang ini. Pada akhir dekade itu, Ulrich's International Prodical Dictionary, mencatat 137 publikasi bidang komunikasi.
Popularitas komunikasi
Pada 1975 Harper Dictionary of Contemporary Usage, memuat komunikasi sebagai “kata yang digemari... yang muncul secara tiba-tiba atau tidak bisa dijelaskan dengan lengkap... dalam pidato para birokrat, komentar para kolumnis.... dan dalam siaran radio dan televisi.” Keterkenalan ini menunjukkan relevansi dan pentingnya komunikasi dan membawa setiap orang dari berbagai pandangan dan latar belakang ke dalam bidang komunikasi. Akan tetapi, hal itu juga mengakibatkan penggunaan komunikasi melebar kemana-mana dan mengakibatkan arti komunikasi menjadi agak kurang pasti.
Disiplin, Aktivitas, dan Profesi. Salah satu faktor yang berkontribusi pada kerancuan arti komunikasi selama periode peningkatan popularitas ini adalah penggunaan satu istilah untuk bidang studi, seperangkat kegiatan, dan sebuah profesi.
Komunikasi “dengan S” dan Komunikasi “tanpa S”.
Faktor lain yang menambah kebingungan adalah penggunaan istilah komunikasi “dengan S” (communicatons) dan komunikasi “tanpa S” (Communiation). Secara tradisional, komunikasi ”dengan S” digunakan untuk merujuk pada media, atau pada pesan tertentu yang dikirimkan melalui media. Sedangkan komunikasi “tanpa S” secara historis digunakan untuk merujuk pada aktivitas mengirim dan menerima pesan (melalui media atau tatap muka) dan pada disiplin ilmu komunikasi secara keseluruhan.

Akhir 1980-an dan 1990-an: era Informasi
Era informasi adalah istilah yang populer digunakan untuk merujuk pada periode yang dimulai pada akhir 1990-an, dan dalam banyak hal masih terus berlanjut hingga saat ini.
Informasi sebagai Komoditas
Di Amerika Serikat komunikasi dan informasi menjadi pusat kegiatan dalam telekomunikasi, penerbitan, internet dan industri komputer, serta di bidang perbankan, asuransi, rekreasi dan perjalanan, dan penelitian. Penduduk di Amerika Serikat, Jepang, Swedia, Inggris dan sejumlah negara lain sekurang-kurangnya setengah dari tenaga kerjanya terikat dengan pekerjaan yang terkait dengan komunikasi dan informasi.

Konvergensi Media
Media baru dan konvergensi media merupakan ciri penting dari perkembangan ilmu komunikasi pada periode ini. Televisi adalah media untuk melihat acara yang diproduksi dan didistribusikan secara massal melalui gelombang udara. Telepon juga dirancang untuk percakapan satu lawan satu, juga bisa digabungkan dengan komputer dan mesin faksimili untuk mengirim teks dan gambar serta suara. Mesin ketik dahulu hanya digunakan untuk mencetak surat dan menyiapkan laporan, kini dikombinasikan dengan telepon dan layar televisi dalam bentuknya yang baru sebagai sistem telekomunikasi bastar.

Abad ke-21: Studi Komunikasi Masa Kini
Yang Kuno dan Baru Muncul
Dalam lima puluh tahun terakhir lingkup kajian bidang ini telah bertambah luas, strukturnya telah berubah, dan setiap aspeknya telah berkembang secara substansial. Sehubungan dengan hal ini, komunikasi dapat dipandang sebagai sebuah bidang yang baru saja muncul, disiplin ilmu terbaru yang bersangkutan dengan studi tentang perilaku manusia.

Disiplin dan Hubungan Interdisiplin
Komunikasi pada periode sekarang adalah sebuah disiplin tersendiri yang kuat. Pada saat batas antara Komunikasi dan bidang lain menjadi tidak terlalu kaku, komunikasi berfungsi sebagai penghubung intelektual yang penting di antara para ahli persuasi dan beragam sudut pandang.
Manfaat mengintegrasikan usaha kita dengan karya-karya para ahli dari berbagai disiplin ilmu niscaya menjadi semakin jelas. Hubungan yang potensial di antara keduanya terlihat dari sejumlah bidang, termasuk:
·        Psikologi kognitif dan ilmu syaraf
·        Studi budaya dan studi kritis
·        Ekonomi
·        Ilmu komputer dan teknik kelistrikan
·        Ilmu informasi
·        Jurnalisme
·        Susastra
·        Pemasaran
·        Filsafat

Penerapan Pada Ranah Pribadi dan Ranah Profesional
Rak-rak perpustakaan dan toko buku penuh dengan tulisan-tulisan yang menekankan pentingnya komunikasi untuk pengembangan dan pemeliharaan hubungan interpersonal dan keluarga yang lebih bermakna.

Teknologi Baru dan Teknologi Lama
Berbicara dan mendengarkan adalah hal yang utama untuk komunikasi ataupun untuk perilaku manusia sejak zaman Yunani Kuno hingga awal milenium baru. Dalam periode sekarang, kita lebih beruntung karena ada penambahan jumlah teknologi komunikasi, baik yang bentuknya permanen maupun yang mudah dibawa kemanapun kita pergi sebagai sarana bertukar pesan secara tatap muka. Media-media yang sudah lama tersedia seperti koran, radio, televisi dan majalah sudah berubah menjadi teknologi baru yang perkembangannya dapat kita ikuti di pasaran setiap tahun.

Masalah dan Solusi
Kita telah begitu terbiasa mendengar dan membaca komentar mengenai tantangan yang kita hadapi dalam pertentangan sosial, kependudukan, politik, gender, budaya, gaya hidup, agama, atau lingkungan pekerjaan di mana peran sentral komunikasi dalam masalah-masalah tersebut sering diabaikan. Paradoksnya, komunikasi bisa dipandang sebagai jurang sekaligus jembatan. Ikhtiar yang signifikan mendalami fenomena di zaman kita ini adalah sangat luar biasa, dan hal ini merupakan satu faktor yang berkontribusi terhadap kekuatan dan pentingnya studi dan praktik komunikasi.

Keterampilan Praktis dan Proses Dasar Kehidupan
Hal yang kontras lainnya dari studi komunikasi masa kini adalah mengenai keluasannya. Dalam banyak pelajaran komunikasi, tekanan utamanya adalah keterampilan dan lebih khusus lagi teknik yang berhubungan dengan penciptaan dan penyebaran pesan, secara lisan ataupun melalui tulisan, secara tatap muka ataupun secara teknologi melalui media. Secara teoretis pendekatan komunikasi pendekatan dilihat sebagai sebuah proses kehidupan yang sangat penting, yang menjadi dasar bagi perkembangan fisik, pribadi, sosial, politik, dan eksistensi budaya kita.

Implikasi dan Aplikasi
·        Komunikasi telah lama dianggap sebagai hal penting bagi praktik dan pemahaman urusan manusia.
·        Dalam beberapa dekade terakhir, studi komunikasi telah menjadi subjek akademis yang semakin populer.
·        Studi komunikasi menawarkan mahasiswa kekayaan dan keragaman tradisi pengetahuan budaya, dicampur dengan penerapan dalam bidang Profesional.
·        Studi komunikasi masa kini terus menjadi disiplin tersendiri yang sangat kuat, dan juga menjadi dasar hubungan antara ahli dan praktisi dari banyak bidang lainnya di mana yang komunikasi menjadi hal yang penting.
·        Paradoksnya, komunikasi adalah dasar bagi banyak masalah manusia dan juga sebagai solusi yang potensial.